Tampilkan postingan dengan label My Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Stories. Tampilkan semua postingan

Dibalik Pintu Gereja


Gema nyanyian pujian membelah suasana syahdu gedung gereja. Mengalun lembut, mendayu-dayu. Berdesir. Jiwa-jiwa manusia memuji keagungan Sang Pencipta. Berpadu dengan nyanyian syukur sang malaikat Tuhan, memuja Sang Esa. Aku berdiri di sana. Di tepi barisan bangku nomor tiga dari belakang. Berdiri tegap dengan kedua tangan menyatu terkatup rapat. Memandang patung Sang Juruselamat yang telah disalibkan. Aku turut menyumbang suara. Walau terkadang suara ku terdengar sumbang dan tidak berpadu dengan suara paduan suara yang melengking merdu. Aku tidak enggan. Mulut ku terbuka menyuarakan nada-nada pujian yang sudah lama aku kenal. Suara ku terdengar menggema. Berguling-guling bersahutan dengan suara ratusan umat Tuhan yang bersorak gembira memuji Sang Esa. Mereka bersorak. Menggebu-gebu menyambut kehadiran Tuhan diatara umat kesayanganNya. Menyambut kasih setia yang tiada henti Dia alirkan untuk umat ciptaanNya. Mereka percaya. Tuhan hadir selalu disekitar mereka. Setumpuk beban yang mereka rasakan, kini terasa melegakan. Sebongkah permasalahan yang mereka pikul terasa ringan. Tidak ada lagi ganjalan yang akan menghalangi mereka untuk menghadap sejenak kepada yang Kuasa. Mereka lupakan. Aku pun juga. Setumpuk rasa yang mulanya

Dibalik Tatapan Matanya


Dia duduk di sana. Di bangku baris depan ruang kuliah lantai 3 Fakultas Teknologi Pertanian. Seorang lelaki tegap dengan postur tubuh ideal. Tatapan matanya fokus, memburu sang dosen yang berjalan mondar-mandir sambil menerangkan materi kuliah yang bagiku masih begitu abstrak dan sulit aku pahami. Namun, bagi dia lain. Mata kuliah tersebut barangkali menarik baginya, terlihat dirinya begitu enjoy  menikmati sajian materi kuliah yang diberikan dosen. Sesekali tangannya yang kekar bergerak-gerak. Sebuah pena hitam dalam genggaman tangannya siap berlaga diatas kertas putih pada buku catatannya. Dia mulai menulis. Mencatat penjelasan-penjelasan  yang telah ditangkap otaknya, merangkumnya menjadi sebuah catatan penting sebagai pengingat kala