Puncak
gunung memikat para pendaki untuk bertarung menaklukannya. Puncak yang
penuh panorama keagungan yang Esa, memaparkan secara nampak ciptaan tangan Sang
Pencipta. Betangan warna hijau mewarnai pemandangan diatas puncak ratusan meter
dari permukaan air laut itu, diserasikan dengan perbedaan nuansa atmosfir
diatas sana. Kesejukan udara yang tak terelakkan lagi. Tidak ada satu pun yang
memungkiri kuasa Sang Pencipta lewat mahakarya indah ciptaannya. Namun, tak
mudah bagi seseorang untuk mengecap keindahan itu secara langsung. Bukan suatu
hal yang sekejap dapat dinikmati, tanpa melewati proses. Keberanian dan tekad
menjadi senjata utama dalam mengarungi panorama sang puncak. Bukan lagi jalanan
mulus yang dihadapi, namun jalanan terjal dihimpit jurang-jurang menganga yang
mengiringi. Ini sebuah kisah tentang sang pendaki.
Dipandangnya
puncak gunung itu. Dimatanya tergambar, kawasan biru muda yang memuncak
mencakar langit nampak begitu dekat dimatanya. Namun, saat setiap langkah yang
dia jalani, belum juga mencapai kawasan yang semula nampak didekatnya. Mungkin
beberapa langkah lagi, gumam sang pendaki penuh antusias. Langkahnya terus
berlanjut menyususri jalanan yang mulai mendaki. Namun, tak kunjung juga dia
menyentuh puncak menawan tersebut, kawasan biru muda itu masih saja terlihat
dihadapannya. Ah… barangkali beberapa waktu perjalanan lagi aku akan sampai ke
puncak itu, gumam sang pendaki. Setiap detik sang pendaki melangkahkan kakinya
menyusuri jalanan berbatu kapur penuh tebing dikedua sisinya. menit demi menit berlalu, sang pendaki masih
penuh semangat melangkahkan kaki-kaki kekarnya. Hingga beberapa jam pun berlalu, sang pendaki berhenti, menghela
nafas sejenak. Dilihatnya lingkungan sekitar tempatnya berdiri. Berapa jauh dia
melangkah? Ditengoknya ke belakang, nampak satu lembah tempat dia mulanya
berdiri. Hah, sejauh ini aku melangkah namun tak kunjung pula aku sampai ke
puncak, keluh sang pendaki. Kemudian dipalingkan mukanya ke atas, nampak bukit
padang rumput bercampur semak diselingi pepohonan rindang. Matanya menangkap
puncak biru muda itu dilihatnya mengecil, tidak sama dengan pandangan pertama
dia melihatnya. Semangatnya seolah kembali memulih seperti semula, kaki-kakinya
yang terasa lunglai seolah kembali kekar dan kelelahannya pu tak terasa. Sang pendaki kembali melangkah. Ditatapnya
tajam puncak biru muda yang menjadi tujuannya itu.
Pada
akhirnya, sang pendaki sampai di puncak yang ia kagumi dan ia idam-idamkan. Nafasnya lega melihat panorama keindahan alam
sekitarnya. Dipandangnya pula jejak-jejak kakinya yang merupakan pengorbanan
demi mencapai puncak tersebut. Dibentangkan kedua tangannya, menikmati angin
yang berhembus perlahan melewati berbagai sisi tubuhnya. Sang pendaki menghabiskan beberapa waktunya
dipuncak pegunungan itu. Hingga tiba waktunya sang pendaki tersadar, bahwa dia
harus kembali. Menuruni tebing-tebing yang telah ia daki, lewati jalanan curam
yang telah dia taklukan. Berada terus di ketinggian hanya akan membuatnya
merasa kesepian. Baiknya aku segera turun membaur dengan dunia yang
meanaunginya, pikir sang pendaki.
Kehidupan
ini layaknya mendaki punvak pegunungan. Kemenangan, keberhasilan, kesuksesan
atau kejayaan bukan sebagai suatu hal instan yang dalam sekejap mudah untuk
didapatkan. Proses merupakan jalan yang wajib ditempuh dalam meraihnya, waktu
pun menjadi gandengan yang menawarkan kita peluang dan kesempatan. Keberanian,
kepercayaan, komitmen yang kemudian direalisasikan sebagai bekal dan landasan
untuk bertindak. Barangkali terkadang merasa lelah karena tujuan yang
diharapkan tidak kunjung nampak. Namun, pandang kembali jejak-jejak yang telah
dilampaui dan pikirkan lagi betapa dekatnya dengan tujuan itu. Saat
keberhasilan itu tercapai, arogan dan kesombongan kemudian menjadi bumbu yang
tawarkan kenikmatan. Egoisme terkadang
mendominan. Namun, lihat kembali perjuangan dalam meraih keberhasilan itu,
bermula dari merangkak perlahan dari
dasar hingga kemudian mampu berdiri sendiri. Bungkukkan badan dan ulurkan
tangan, tegakkan mereka yang lemah, member makna bagi sesama.
Keep
spirit!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar